Kaba Minang KABAMINANG.com Terdepan Dalam Mengabarkan
SUMBAR

Banjir Padang: 498 Warga Terdampak, 120 Rumah Terendam, Lubuk Minturun Jadi Perhatian

×

Banjir Padang: 498 Warga Terdampak, 120 Rumah Terendam, Lubuk Minturun Jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini

Kabaminang.com – Padang. Banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10/2026) siang. Berdasarkan data sementara BPBD Kota Padang hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 warga terdampak dan 120 unit rumah terendam.

Dari jumlah warga terdampak tersebut, sebanyak 238 jiwa telah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke tempat yang lebih aman. Banjir melanda tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut hujan lebat mulai memicu kejadian banjir sejak Sabtu siang. Laporan awal diterima dari wilayah Kuranji sekitar pukul 12.52 WIB.

Lubuk Minturun, Puluhan Rumah Terendam

Kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, termasuk wilayah yang terdampak banjir. Data sementara mencatat 75 jiwa terdampak di Kelurahan Lubuk Minturun, sementara 40 unit rumah terendam.

Evakuasi juga dilakukan di kawasan Perumahan Lumin Park, termasuk Cluster Grandia. Sebanyak 178 jiwa dilaporkan dievakuasi dari kawasan tersebut.

Selain Lubuk Minturun, banjir turut berdampak pada Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dengan 133 jiwa terdampak. Di kawasan ini, petugas melakukan evakuasi di sejumlah lokasi, termasuk Kampung Apa dan Perumahan Abi.

Sementara itu, Kecamatan Kuranji mencatat 245 jiwa terdampak. Di Kecamatan Nanggalo, banjir merendam 20 unit rumah di Kelurahan Tabing Banda Gadang, dengan 45 jiwa terdampak.

Tim Gabungan Dikerahkan, Akses Jalan Terganggu

Penanganan banjir melibatkan unsur pemerintah daerah, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Petugas menggunakan perahu penyelamatan, kendaraan operasional, serta perlengkapan keselamatan air untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi.

Dampak banjir juga mengganggu akses masyarakat. Jalan di sekitar kawasan PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat terjangan air. Kondisi jalan yang terendam turut menyulitkan mobilitas petugas di lapangan.

Selain merendam rumah, banjir menyebabkan kerusakan bangunan di Kuranji. Empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat.

BPBD juga menyoroti perlunya perbaikan segera terhadap tanggul yang jebol di aliran Sungai Lapau Munggu, Kuranji, sebagai bagian dari penanganan darurat.

Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras berpotensi memicu banjir susulan, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Warga diminta tidak memaksakan diri melintasi arus banjir dan segera menuju tempat yang lebih aman apabila air kembali naik.

Data mengenai jumlah warga terdampak dan kerusakan masih bersifat sementara serta dapat berubah mengikuti perkembangan pendataan di lapangan.

Sumber: TVRI Sumatera Barat, berdasarkan keterangan BPBD Kota Padang, 11 Oktober 2026.

“KBM”