Kabaminang.com – Dharmasraya. Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus didorong di Kabupaten Dharmasraya. Salah satunya melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang ditandai dengan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) padi di Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan Kelompok Tani Limau Kapeh tersebut digelar Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat) bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alam Syah, Direktur Pascapanen Rizal Ismail, Kepala BRMP Sumatera Barat Salwati, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yefrinaldi.
Putra Ujung Aspal yang Tak Pernah Lupa Kampung, Fauzi Wirman Turunkan Armada Bantu Warga Terdampak Galodo02 Okt 2026›02
Satresnarkoba Polres Dharmasraya Amankan PNS Diduga Kuasai Sabu di Sikabau02 Okt 2026›03
Kasubsi Kamtib Baru Lapas Dharmasraya Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Petugas02 Okt 2026›Hadir pula Camat Pulau Punjung Erik Harja, para wali nagari, perwakilan Polres Dharmasraya dan Kodim 0310/SSD.
Program PM-AAS menjadi bagian dari langkah modernisasi sektor pertanian dengan menggabungkan sejumlah pendekatan untuk meningkatkan hasil produksi. Sistem tersebut mencakup pengaturan populasi tanaman, penggunaan benih unggul, pengelolaan tanaman, mekanisasi, efisiensi sarana produksi serta pemanfaatan teknologi.
Melalui penerapan sistem tersebut, produktivitas padi yang selama ini berada pada kisaran 5 hingga 6 ton per hektare ditargetkan dapat meningkat hingga 13 ton per hektare.
Untuk Kabupaten Dharmasraya, penerapan PM-AAS direncanakan mencakup 790 hektare lahan yang tersebar di sembilan kecamatan dan melibatkan 105 kelompok tani.
Sebaran lahan tersebut meliputi Sitiung 255 hektare, Pulau Punjung 202 hektare, Koto Salak 147 hektare, Koto Baru 74 hektare, Timpeh 60 hektare, Tiumang 47 hektare, Padang Laweh 3 hektare, Sembilan Koto 1 hektare dan Koto Besar 1 hektare.
Sementara di tingkat Provinsi Sumatera Barat, program PM-AAS ditargetkan mencakup 26.750 hektare. Kabupaten Dharmasraya sendiri memiliki potensi lahan baku sawah mencapai 4.629 hektare.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, kebutuhan benih diperkirakan mencapai 51.400 kilogram. Enam varietas yang diusulkan untuk digunakan terdiri dari Banang Pulau, Bawaan, Inpari 32, Bujang Marantau, Cisokan dan Junjuang.
Pelaksanaan tanam direncanakan berlangsung secara bertahap pada periode September hingga Desember.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian terhadap penerapan PM-AAS di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, menurutnya, siap mengambil bagian dalam memastikan program tersebut dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi petani.
Selain mengejar peningkatan hasil panen, penerapan PM-AAS juga diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari IP 2 menjadi lebih dari 2.
Peningkatan tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani di Dharmasraya.
Annisa juga meminta dukungan dari kelompok tani dan tenaga penyuluh. Para penyuluh diharapkan aktif mendampingi petani serta melakukan pemantauan selama program berlangsung.
Pendampingan di lapangan dinilai penting agar berbagai kendala yang muncul selama penerapan PM-AAS dapat segera diketahui dan ditangani, sehingga target peningkatan produktivitas pertanian dapat berjalan sesuai harapan.






